Fikih Wanita

Agenda Sicantik

Ramadhan

Gambar Sicantik

Tips Jilbab

Games

Fikih Wanita

Fikih Wanita

» » Mawar Dan Cinta



Sesungguhnya siapakah kita ini, kekasihku?
Hanya setitik debu melekat dibintang mati.
Menggeliat sejenak karena embun dan matahari:
Hanya sedetik dalam hitungan tahun cahaya.
*(Saini KM)

Bahagia dan sedih dua hal yang silih berganti dalam pengembaraan hidup yang terkadang acapkali tak pasti.
Keduanya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari manusia.
Siapapun yang telah merasakan bahagia, riang pasti takan luput dari hempasan sedih dan duka.

Maka siapapun aku, siapapun kamu, siapapun dia: mestilah menyadari dengan sepenuh jiwa bahwa " Hukum Pergantia" itu tidak bisa dielakan.

"Pesta yang kita rayakan malam ini adalah untuk menyambut bunga yang besok layu"
*(Omar Khayyam)

Cinta yang menemukan alamatnya tidak hanya mampu menggenapkan hidup yang ganjil dari seseorang, tetapi yang jauh lebih dahsyat dari itu adalah ia juga sanggup:

"Merubah pasir menjadi emas", sanggup merubah nyeri jadi melati, sanggup memberikan makna hakiki terhadap secuil waktu di tegah hamparan luas tahun-tahun cahaya yang berhulu dan bermuara pada laut agung keabadian, sanggup menghidupkan setitik debu yang melekat di bintang mati.

Ketika lembah kepedihan itu menjadi sangat kelam, satu-satunya yang sanggup menyelamatkan mungkin hanya iman:
Bahwa setelah seluruh semesta ini berantakan menjadi puing-puing ia akan dipertemukan kembali dengan kekasihnya, dengan frekuensi kemesraan yang berlipat, atas perkenan Tuhan Yang Maha Pemurah.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply