Memuliakan Perempuan
Islam memberikan porsi yang sangat besar terhadap kaum perempuan. Islam mengangkat harkat dan martabat wanita dengan memberikan pendidikan, perlindungan, serta hak-hak mereka sesuai fitrah dan kodratnya.
Sebelum Islam datang, wanita ditempatkan pada posisi yang rendah dan hina. Wanita dianggap sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan dan tak mempunyai hak sedikit pun untuk menolak perlakuan hidup yang sangat rendah.
''Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya, apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup).
Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (QS An-Nahl (16): 58-59).
Namun, kini Islam telah datang dengan membawa cahaya kedamaian untuk seluruh alam. (QS Al-Anbiya (21): 107).
Dalam naungan Islam, Perempuan menempati derajat yang tinggi, hak perempuan diakui secara sempurna.Bahkan, Islam memandang mereka sebagai unsur penting dalam kebangkitan, ketahanan, dan keselamatan masyarakat.
Oleh karena itu, Islam menjaga wanita dengan sebenar-benar penjagaan. Sebagai salah satu bukti konkret, Islam mewajibkan para permpuan untuk mengenakan jilbab (QS Al-Ahzab (33): 59).
Jilbab merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk kasih sayang Islam kepada wanita. Jilbab menjadi benteng, agar mereka terlindung dan terjaga.
Sayangnya, perempuan zaman sekarang justru menanggalkan nilai-nilai Islam itu. Mereka lebih senang dengan gaya hidup Barat yang serbapermisif. Salah satunya adalah kebiasaan mengumbar aurat.
Perempuan tanpa Islam layaknya bunga di tepi jalan. Tak ada yang melindungi. Setiap saat mata-mata nakal, bebas memandangnya dengan buas dan begitu mudahnya dipetik oleh tangan-tangan jahil manusia berhati srigala.
Setelah puas, bunga pun dicampakkan begitu saja di jalanan.
Sekarang, manakah yang akan kau pilih, wahai Perempuan Muslimah! Menjadi permata ataukah bunga di tepi jalan. ''Tidak ada paksaan dalam agama, telah nyata kebenaran dari kesesatan.'' (QS Al-Baqarah (2): 256).
Islam memberikan porsi yang sangat besar terhadap kaum perempuan. Islam mengangkat harkat dan martabat wanita dengan memberikan pendidikan, perlindungan, serta hak-hak mereka sesuai fitrah dan kodratnya.
Sebelum Islam datang, wanita ditempatkan pada posisi yang rendah dan hina. Wanita dianggap sebagai komoditas yang dapat diperjualbelikan dan tak mempunyai hak sedikit pun untuk menolak perlakuan hidup yang sangat rendah.
''Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya, apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup).
Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (QS An-Nahl (16): 58-59).
Namun, kini Islam telah datang dengan membawa cahaya kedamaian untuk seluruh alam. (QS Al-Anbiya (21): 107).
Dalam naungan Islam, Perempuan menempati derajat yang tinggi, hak perempuan diakui secara sempurna.Bahkan, Islam memandang mereka sebagai unsur penting dalam kebangkitan, ketahanan, dan keselamatan masyarakat.
Oleh karena itu, Islam menjaga wanita dengan sebenar-benar penjagaan. Sebagai salah satu bukti konkret, Islam mewajibkan para permpuan untuk mengenakan jilbab (QS Al-Ahzab (33): 59).
Jilbab merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk kasih sayang Islam kepada wanita. Jilbab menjadi benteng, agar mereka terlindung dan terjaga.
Sayangnya, perempuan zaman sekarang justru menanggalkan nilai-nilai Islam itu. Mereka lebih senang dengan gaya hidup Barat yang serbapermisif. Salah satunya adalah kebiasaan mengumbar aurat.
Perempuan tanpa Islam layaknya bunga di tepi jalan. Tak ada yang melindungi. Setiap saat mata-mata nakal, bebas memandangnya dengan buas dan begitu mudahnya dipetik oleh tangan-tangan jahil manusia berhati srigala.
Setelah puas, bunga pun dicampakkan begitu saja di jalanan.
Sekarang, manakah yang akan kau pilih, wahai Perempuan Muslimah! Menjadi permata ataukah bunga di tepi jalan. ''Tidak ada paksaan dalam agama, telah nyata kebenaran dari kesesatan.'' (QS Al-Baqarah (2): 256).








No comments: