sponsor

sponsor

Fikih Wanita

Agenda Sicantik

Ramadhan

Gambar Sicantik

Tips Jilbab

Games

Fikih Wanita

Fikih Wanita

Sosialita Dalam Fimelafest Batik Fashion Week 2015





Duet Romantisme Irwansyah-Zaskia.


Pramugari Berjilbab Cantik "Radiah Binti Sarip"


Tips Agar Sicantik Tetap Cantik Menawan


Rindu Ibu



Rindu Ibu

Ibu, alangkah jauhnya Sinjai
Meski tanpa tali-temali
Engkau tetap tambatan
Dan kalau malang perahuku karam
Kuyakin hatimu, ibu
adalah kuburku yang sebenarnya
*D.Zawawi Imron



Sebuah penggalan bait puisi yang menyatakan kerinduan melengking dan
fasih untuk sesosok perempuan yang telah melahirkan anak-anaknya.

Kerinduan akan selalu menghempaskan suasana hati, kendati letak
geografis menjadi pemisah di negeri rantau atau dimanapun berada.

Terkadang justru jaraklah yang menjadikan batu-batu kerinduan semakin
keras dan wangi.
itulah sebabnya, tambatan kepada sang ibu semakin luhur dan kekal.

Ini bisa menjdai bukti daari kebeningan telaga spiritual yang telah
mengalami kemenangan terhadap konstelasi "durja" alam benda.

Dan itulah mengapa menjadi pasti: harga tali-temali material murahan
yang menghubungkan antara kita-lirik dengan ibu tak lebih dari nilai
sepotong sandal jepit yang telah usang, aus dan lapuk.

Ibu adalah sesosok mahluk yang sengaja di utus Allah SWT untuk
menyalurkan risalah cinta dan kasih sayang yang tak terbatas kepda
anak-anaknya.



Keteduhan hati ibu sebenarnya bukanlah hanya kubur anaknya, tetapi
keseluruhan dari "biografi" anak.

wallahu A'lamu bish-shawab

Menyingkap Tabir Al-Qur'an


Sahabat kilasmuslimah
Dalam moment bulan suci ramadhan tradisi tadarusan dikalangan umat muslim sudah tidak asing.
sahabat sekalian pada kesempatan ini tidak ada salahnya sedikit menyingkap tabir al-quran.
Mari bersama kita pe-de-ka-te dengan al-qur'an.

"tak kenal maka tak sayang"
"tak sayang maka tak cinta"

Oh ya pepatah diatas tidak hanya berlaku untuk hubungan lawan jenis lho.
Tapi bolehlah sekali-kali prinsip pepatah di atas kita arahkan kepada hal ihwal yang ada hubunganya dengan ilmu pengetahuan, khusunya menggali lebih jauh al-qur'an.

Sahabat kilasmuslimah mari ke TKP, waktunya kita untuk berkenalan dengan al-qur'an.
Secara bahasa alqur'an berarti sesuatu yang dibaca dan ditulis. Selain itu al-qur'an juga di artikan sebagai kumpulan ayat atau nama kitab Allah SWT.

Secara istilah, al-qur'an adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Rasullulah Saw yang tertulis dalam mushaf-mushaf atau lembaran-lembaran yang disampaikan kepada kita secara mutawatir, yaitu tanpa keraguan.

Dalam definisi lain-lain, al-qur;an itu bersifat mikjizat (melemahkan) dari sebuah surah dan dinilai ibadah jika kita membacanya.
Alqur'an diturunkan dalam bahasa arab, dimulai dari surat Al-Fatihaah dan diakhiri dengan surat An-Naas.

Jika diperhatikan dari pengertian tersebut, maka al-qur'an itu unik dan unggul.
Al-qur'an merupakan firman Allah, bukan perkataan mahluk (malaikat, rasul, jin, manusia, dsb).
Karena langsung dari sang Pencipta, al-qur'an tidak akan bertentangan dengan sunattullah yaitu hukum alam (law of nature).

Selanjutnya al-qur'an sendiri diwahyukan kepada The Best Man Kanjeng Nabi Muhammmad Saw.
Pertanyaanya kenapa diwahyukan kepada Nabi Muhammmad Saw? ya karena sebagai rasul terakhir dan sebagai orang yang sangat dipercaya oleh siapa pun.

Dengan predikat kejujuran tersebut Nabi Muhammad Saw diberi gelar oleh masyarakat quraisy dengan sebutan Al-Amiin yaitu orang yang dapat dipercaya atau credibel.

Al-Qur'an Diwahyukan Keseorang Ummi

Nabi Muhammmad Saw, memang seorang yang buta baca-tulis (ummi).
Apakah hal tersebut suatu kelemahan?
Ini menarik untuk diungkapkan, mengapa Muhammad dijadikan ummmi dan berada pada tengah-tengah bangsa yang mayoritas penduduknya ummi pula?.

Menurut Prof. Sya'rawi, seandainya Nabi Muhammad Saw diutus dari daerah atau negara yang memiliki peradaban tinggi, ada kemungkinan ajaran-ajaran yang dibawa itu bisa dianggap sebagai hasil pemikiran manusia bukan dari Allah SWT, sebagai Wahyu-Nya.

Jadi jika menurut kita mungkin sebagai kelemahan atau kekurangan, maka bagi Nabi Muhammad Saw justru kebalikanya lantaran bliau dididik langsung oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, Sya'rawi setuju bila para sahabat disebut genius. tetapi tidak untuk Muhammad saw, bliau tidak belajar sendiri melainkan dibimbing oleh Allah SWT.

Al-Qur'an yang kita baca sekarang ini sudah tercatat dalam mushaf-mushaf yang rapi:
Sebelumnya setiap turun ayat-ayat dari Allah nabi dan para sahabat menghafalnya.
kemudian juru tulis wahyu akan menulisnya dalam tulang, daun, kulit binatang, dll.
Salah satu di antara sekertaris nabi adalah Zaid bin Tsabit.

Sahabat kilasmuslimah, demikian sekilas tentang Al-Qur'an, lain waktu jika ada kesempatan bolehlah kita sambung kembali.